Jurnal

Tuturan Besipung Suku Paser Pematang Ditinjau dari Kajian Aspek Puisi Lama dan Nilai Budaya
Lisana; Dr. Widyatmike G Mulawarman, M.Hum; Drs. Hamsyi Ghazali, M.Pd.

UP Fakultas Ilmu Budaya


ABSTRAK

Kata Kunci:   Unsur Tuturan, Upacara Besipung.

Hal yang mendukung terbentuknya sebuah judul ini, yakni untuk melestarikan tradisi daerah Paser Tana Grogot sendiri. Banyaknya masyarakat lain yang tidak mengetahui tradisi lama ini. Selain itu menambah wawasan kepada penerus kaum muda-mudi saat ini, dan juga tradisi dari Suku Paser Pematang ini banyak diketahui publik, agar upacara besipung ini dapat hidup dan dapat bertahan di era modern. Tujuan utama dari penelitian ini (1) sebagai sarana pendidikan dan pengetahuan; (2) mengetahui makna dari tuturan upacara besipung; (3) mengetahui fungsi tuturan upacara besipung; (4) mengetahui pelaksanaan tuturan upacara besipung; (5) mengetahui nilai-nilai budaya yang terkandung di dalam upacara besipung.

Masalah dalam penelitian ini adalah mengenai aspek tuturan yang terdapat dalam upacara besipung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif berjenis deskriptif, menganalisis bentuk tuturan yang dituturkan apakah mengacu pada bentuk mantra, serta mangetahui pola, bentuk, makna, fungsi dan nilai budaya pada upacara besipung. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, perekaman, wawancara dan dokumentasi.

Berdasarkan penyajian data dan analisis data pada tuturan upacara besipung yang menjadi objek penelitian diperoleh hasil sebagai berikut (1) upacara besipung hanya bisa dilaksanakan oleh datu yang memang berprofesi sebagai pembawa upacara besipung. Upacara besipung dilaksanakan dengan waktu semalam.(2) Pola tuturan upacara besipung penggunaan kata terdiri dari 3-15 Suku kata, bait satu bait terdiri dari 3-15 baris  dan rima tak sempurna yaitu persamaan bunyi yang terdapat pada sebagian Suku kata terakhir saja pada tuturan besipung.(3) Bentuk tuturan dalam upacara besipung yaitu bentuk mantra berirama abc-abc,abcd-abcd,abcde-abcde, bersifat lisan, memiliki tujuan tertentu yaitu untuk menyembuhkan orang sakit dan berhubungan dengan kekuatan gaib.(4) Makna tuturan upacara besipung yaitu agar seseorang yang mengalami sakit penyakit tidak berputus asa dan dapat sembuh dari penyakit yang dideritanya.(5) Fungsi tuturan dalam upacara besipung yaitu untuk mengobati orang sakit dan mengusir roh jahat. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu, upacara besipung merupakan tradisi lisan yang tuturan pelisanannya menggunakan mantra yang sampai saat ini masih digunakan dan berfungsi untuk mengobati orang sakit dan mengusir roh jahat bagi masyarakat Suku Paser Pematang di Tana Grogot.

Publikasi : UP Fakultas Ilmu Budaya(2015)(05)

Kontak : -

Naskah Lengkap : Lisensi Terbuka (Format PDF)
Diakses : 415 Kali

Terbanyak Diakses

Analyzing the Portrayal of Patriarchal Oppression towards the Female Characters in J.K. Rowling’s The Casual Vacancy: A Reflective Post Feminist Critics, Nurliana Fitri;Erni Suparti,MEd;Singgih Daru Kuncara,M.Hum

ANALISIS CERPEN “KETIKA DERITA MENGABADIKAN CINTA” KARYA HABIBURRAHMAN EL SHIRAZY DITINJAU DARI NILAI RELIGI, Agus Budi Utomo; Drs.Syaiful Arifin, M.Hum; Drs. Hamsyi Ghazali, M.Pd

Novel Prahara di Martadipura karya Johansyah Balham ditinjau dari Aspek Sosiologi Sastra, Mutiara Rezeqy; Syamsul Rijal,SS., M.Hum; Drs. Akhmad Murtadlo,M.Pd

Analisis Novel Kemuning Senja di Beranda Mekah Karya Abu Umar Basyier ditinjau dari Psikologi Sastra, Alfa Ismayanti; Drs. M. Rusydi Ahmad, M. Hum

Analisis Fenomenologi Novel Gampiran Karya Inni Indarpuri., Tiurma Lusyana Hutahaean;Dr.Hj.Widyatmike Gede Mulawarman;Drs.Syaiful Arifin

Analisis Cerita Rakyat Paser “Telaga Danum Layong” ditinjau dari Mitos, Siti Khadijah;Drs.Pudawari,M.Pd;Drs.Syaiful Arifin,M.Hum

Analisis Tokoh dan Penokohan Naskah Drama “Surat Darah” karya Widi Mulyono, Sri Widiyanti;Dr.H.Yusak Hudiyono;Dr. Hamsyi Ghazali