Jurnal

Analisis Tokoh dan Penokohan Naskah Drama “Surat Darah” karya Widi Mulyono
Sri Widiyanti;Dr.H.Yusak Hudiyono;Dr. Hamsyi Ghazali

Fakultas Ilmu Budaya


Pada suatu karya sastra yang paling disorot adalah tokoh dan cerita. Pada dasarnya peran tokoh mempunyai fungsi yang sama dengan kita sebagai manusia dalam kehidupan. Tokoh dianggap sebagai wakil dari tipe-tipe manusia yang sebenarnya.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan jenis-jenis tokoh dan mendeskripsikan penokohan yang terdapat dalam naskah drama “Surat Darah” karya Widi Mulyono . Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, yaitu suatu penelitian yang sifatnya hanya menggambarkan atau memaparkan hasil penelitian secara sistematis yang dimulai dengan pemilihan dan penentuan data, meneliti, menentukan identitas, dan jenis-jenis tokoh.

Setelah data diperoleh dan dianalisis, tokoh-tokoh dalam naskah drama “Surat Darah” karya Widi Mulyono diklasifikasikan berdasarkan jenis-jenis tokoh dan penokohannya dengan teknik penokohannya. Tokoh Karma dipandang sebagai tokoh utama, tokoh protagonis, tokoh bulat dan tokoh berkembang, teknik penokohan eksplositori yaitu baik, ambisius, licik, teknik dramatik melalui teknik cakapan yaitu licik, teknik tingkah laku yaitu emosional, teknik arus kesadaran yaitu pikirannya mengambang, teknik reaksi tokoh lain yaitu tidak berpikir panjang. Tokoh Ryan sebagai tokoh antagonis, tokoh statis hitam (jahat), dan tokoh tipikal, teknik penokohan eksplositori yaitu seorang dokter, teknik dramatik melalui teknik cakapan yaitu licik, teknik reaksi tokoh lain yaitu memanfaatkan keadaan untuk kepentingan sendiri. Tokoh Ratih sebagai tokoh sederhana, penokohan eksplositori yaitu peragu, penokohan dramatik melalui teknik reaksi tokoh lain yaitu mudah dipengaruhi. Tokoh Atun sebagai tokoh tambahan dan tokoh sederhana, teknik penokohan dramatik melalui teknik cakapan yaitu anak yang gagap. Tokoh Arwah Kahar sebagai tokoh tipikal dan tokoh netral, penokohan eksplositori yaitu mantan pimpinan Laskar Lima. Tokoh Sarkam sebagai tokoh foil dan tokoh statis muncul karena diceritakan tokoh lain

 

Kata Kunci: Tokoh dan Penokohan, Naskah Drama.

 

Publikasi : Fakultas Ilmu Budaya(2016)(03)

Kontak :

Naskah Lengkap : Lisensi Terbuka (Format PDF)
Diakses : 178 Kali

Terbanyak Diakses

ANALISIS CERPEN “KETIKA DERITA MENGABADIKAN CINTA” KARYA HABIBURRAHMAN EL SHIRAZY DITINJAU DARI NILAI RELIGI, Agus Budi Utomo; Drs.Syaiful Arifin, M.Hum; Drs. Hamsyi Ghazali, M.Pd

Novel Prahara di Martadipura karya Johansyah Balham ditinjau dari Aspek Sosiologi Sastra, Mutiara Rezeqy; Syamsul Rijal,SS., M.Hum; Drs. Akhmad Murtadlo,M.Pd

Analisis Novel Kemuning Senja di Beranda Mekah Karya Abu Umar Basyier ditinjau dari Psikologi Sastra, Alfa Ismayanti; Drs. M. Rusydi Ahmad, M. Hum

ANALISIS UNSUR-UNSUR TUTURAN “UPACARA DAYUNG” SUKU DAYAK KENYAH DI DESA PAMPANG KALIMANTAN TIMUR, Martanti Veronika; Dr. H. Mursalim, M.Hum; Dr. Hamsyi Ghazali, M.Pd

Reconfiguring the Plot Archetype of Cinderella Tales in Grimm's Ashenputtel and Adeline Yen Mah's Chinese Cinderella, Nur Suci Sirana; Erni Suparti, M.Ed ; Setya Ariani, M.Pd

Tuturan Besipung Suku Paser Pematang Ditinjau dari Kajian Aspek Puisi Lama dan Nilai Budaya, Lisana; Dr. Widyatmike G Mulawarman, M.Hum; Drs. Hamsyi Ghazali, M.Pd.

ANALISIS TUTURAN KESENIAN BUE BEBE SUKU PASER DITINJAU DARI PUISI LAMA, Lena Purnama Sari; Dr. H. Mursalim, M.Hum; Dr. Hamsyi Ghazali, M.Pd