Dekan FIB UNMUL Dipercaya Wakili Perspektif Kebudayaan dalam Sayembara Desain Pusat Kebudayaan IKN
Dekan FIB UNMUL Dipercaya Wakili Perspektif Kebudayaan dalam Sayembara Desain Pusat Kebudayaan IKN
Samarinda, 29 Januari 2026 — Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman, Prof. Dr. M. Bahri Arifin, M.Hum., menjadi anggota tim juri pada Penjurian Tahap II-B Sayembara Desain Bangunan dan Kawasan Pusat Kebudayaan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang berlangsung di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) pada 29 Januari 2026. Keterlibatan ini menegaskan peran institusi akademik dalam menilai representasi budaya pada rancangan ruang publik berskala nasional.
Prof. Dr. M. Bahri Arifin mewakili dunia akademik sebagai salah satu juri pada Penjurian Tahap II-B Sayembara Desain Pusat Kebudayaan IKN yang diselenggarakan di KIPP pada 29 Januari 2026. Penjurian menitikberatkan pada kemampuan rancangan untuk merepresentasikan nilai-nilai kultural lokal sekaligus menjawab kebutuhan fungsi publik.
Penjurian berlangsung pada 29 Januari 2026 di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), Ibu Kota Nusantara. FIB UNMUL menilai aspek representasi budaya dalam rancangan, termasuk pilihan ikonografi, narasi ruang, penggunaan bahasa lokal dalam penamaan ruang, dan kesesuaian simbolik dengan identitas budaya Kalimantan Timur. Kehadiran dekan dalam tim juri menghadirkan perspektif kajian budaya, bahasa, dan sejarah dalam proses evaluasi.
Dewan juri menilai rancangan berdasarkan beberapa aspek utama, yakni kesesuaian program fungsi, kekuatan konseptual, keberpihakan terhadap nilai kultural lokal, kelayakan teknis, dan kualitas presentasi argumentasi finalis.
Keterlibatan ini membuka akses kelembagaan bagi FIB, seperti peluang studi banding, publikasi bersama analisis desain, kolaborasi riset, serta kemungkinan program magang bagi mahasiswa dalam proyek-proyek yang berkaitan dengan perancangan ruang publik dan pemajuan kebudayaan.
Ibu Kota Nusantara (IKN) sedang mengembangkan fasilitas publik dan pusat kebudayaan yang diharapkan menjadi ruang edukasi, pelestarian, dan representasi keragaman budaya Indonesia. Sayembara desain ini merupakan bagian dari upaya merumuskan identitas visual dan fungsi pusat kebudayaan yang akan melayani masyarakat luas.
Keterlibatan FIB UNMUL dalam penjurian ini mencerminkan komitmen fakultas untuk berkontribusi secara akademik dalam perumusan ruang publik yang berakar pada nilai-nilai kultural. Peran tersebut sekaligus memperkuat posisi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman sebagai mitra strategis dalam pemajuan kebudayaan dan pembangunan berkelanjutan di Ibu Kota Nusantara.


