
Lomba Tari Kreasi FIB Unmul: Langkah Awal Prodi Tari dalam Mewarnai Dunia Seni Kaltim
Samarinda, 22 Februari 2025 – Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Mulawarman sukses menggelar Lomba Tari Kreasi FIB Unmul, sebuah ajang seni yang menandai Launching Program Studi S1 Tari. Acara yang berlangsung di Panggung Seni FIB Unmul ini dihadiri oleh akademisi, praktisi seni, serta puluhan peserta dari berbagai sekolah dan komunitas di Kalimantan Timur.
Acara ini dibuka secara resmi dengan pemukulan gong oleh Dr. Ir. Nataniel Dengen, S.Si., M.Si., Wakil Rektor 4 Unmul, didampingi oleh Prof. Dr. M. Bahri Arifin, M.Hum., Dekan FIB Unmul, serta tamu undangan lainnya. Dalam sambutannya, Dr. Nataniel menekankan pentingnya pengembangan seni dan budaya di Unmul, sejalan dengan rencana pembangunan gedung baru FIB yang akan berdiri setinggi delapan lantai melalui skema pendanaan SBSN. "Meskipun perencanaan ini dirancang sebelum adanya kebijakan efisiensi anggaran, kami berharap proyek ini tetap dapat berjalan tanpa gangguan," jelasnya.
Dekan FIB Unmul, Prof. Bahri, turut menyoroti bahwa pembukaan Prodi Tari merupakan bagian dari ekspansi akademik FIB dalam penguatan kajian budaya Nusantara. "Tidak hanya Prodi Tari, ke depan kami juga tengah merancang pembukaan program studi lain yang berorientasi pada penguatan seni dan budaya, yaitu S2 Kajian Budaya dan S1 Bahasa dan Sastra Korea. “Selain itu, dengan adanya beasiswa afirmasi, kami berharap semakin banyak mahasiswa dari berbagai daerah di Kalimantan Timur yang dapat mengakses pendidikan tinggi di bidang seni," ujarnya.
Ketua Komisi X DPR RI, Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, MPP, turut memberikan sambutan melalui video. Dalam pesannya, beliau menyoroti pentingnya pelestarian seni budaya serta harapan agar Prodi Tari dapat menjadi pusat pengembangan seni pertunjukan di Kalimantan Timur.
Sementara itu, Eka Yusriansyah, S.Pd., M.Hum., Ketua Panitia sekaligus Kaprodi S1 Tari, membuka acara dengan pantun yang menggugah semangat peserta. Dalam sambutannya, Eka menekankan bahwa lomba ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga wadah bagi generasi muda Kalimantan Timur untuk mengenal lebih dalam seni tari berbasis kearifan lokal.
Lomba Tari Kreasi ini diikuti oleh 28 tim dari berbagai sekolah dan komunitas seni di Kalimantan Timur. Mereka berkompetisi dalam kategori tari kreasi dengan berbagai inovasi yang menggabungkan unsur tradisional dan kontemporer.
Lima juri yang menilai kompetisi ini berasal dari kalangan akademisi dan praktisi seni, yaitu:
- Lestari, S.Si., M.P. – Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIV Kaltimtara
- Dra. Hj. Novarita, MM. – Kepala Taman Budaya Kalimantan Timur
- Drs. Hamdani, MM. – Ketua Dewan Kesenian Samarinda
- Dr. Barlin Hady Kesuma, S.Pd., M.Ed. – Akademisi & praktisi seni budaya
- Ibnu Farabi Dante, S.Sos. – Putra Tari Indonesia Favorit 2024
Setelah melalui proses penilaian yang ketat, dewan juri akhirnya mengumumkan pemenang kompetisi ini:
Juara 1: Atmataya Dance Art
Juara 2: Sanggar Tari Azzahra - MAN 1 Samarinda
Juara 3: SMAN 1 Muara Kaman
Harapan 1: Bawi Balahap - SMKN 1 Samarinda
Harapan 2: Dahayudasa - SMAN 10 Samarinda
Harapan 3: SSTB - SMAN 2 Kota Bangun
Lomba ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menandai kerja sama resmi antar FIB Unmul dan Hetifah Scholarship Association (HSA). Ketua HSA, Olli Chandra, menyatakan bahwa pihaknya siap mendukung mahasiswa Prodi Tari melalui Program Beasiswa Jalur Afirmasi untuk Mahasiswa Baru.
Sebagai bagian dari upaya meningkatkan akses pendidikan tinggi di bidang seni, FIB Unmul bekerja sama dengan HSA untuk menyediakan beasiswa afirmasi bagi calon mahasiswa Prodi Tari dan Etnomusikologi. Program ini dirancang khusus bagi lulusan SMA/SMK/MA sederajat di 10 kabupaten/kota di Kalimantan Timur yang memiliki keterbatasan akses secara geografis, ekonomi, maupun sosial.
Dengan kuota 60 mahasiswa (30 untuk Prodi Tari dan 30 untuk Prodi Etnomusikologi), penerima beasiswa akan mendapatkan:
- Biaya pendidikan sebesar Rp5.000.000 per semester selama 8 semester.
- Biaya hidup sebesar Rp1.000.000 per bulan selama masa studi (maksimal 4 tahun).
Dekan FIB Unmul, Prof. Dr. M. Bahri Arifin, M.Hum., menyatakan bahwa program ini merupakan bentuk komitmen FIB Unmul dalam mendukung regenerasi seniman dan akademisi di bidang seni tari dan musik etnis.
Proses seleksi akan dilakukan sesuai dengan mekanisme yang berlaku di Universitas Mulawarman, dengan evaluasi akademik yang dilakukan setiap semester. Dengan dukungan finansial ini, diharapkan mahasiswa dapat fokus menyelesaikan studi tepat waktu dan berkontribusi dalam melestarikan seni budaya Indonesia.
Kaprodi Tari, Eka Yusriansyah, S.Pd., M.Hum., menegaskan bahwa Lomba ini adalah langkah awal bagi Prodi Tari FIB Unmul untuk berkembang menjadi pusat studi seni pertunjukan di Kalimantan Timur.
Dengan suksesnya Lomba Tari Kreasi FIB Unmul, diharapkan acara ini menjadi agenda tahunan yang dapat terus mendukung perkembangan seni tari di Indonesia. Ajang ini juga membuka peluang bagi mahasiswa Prodi Tari untuk berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan seni, baik di tingkat nasional maupun internasional. (DPP)
Selamat kepada para pemenang! Sampai jumpa di Lomba Tari berikutnya!