Admin

01 Sep 2026

13 melihat

Lokakarya Strategi Menulis Artikel Ilmiah untuk Menembus Jurnal Terakreditasi Scopus / Internasional Bereputasi

Lokakarya Strategi Menulis Artikel Ilmiah untuk Menembus Jurnal Terakreditasi Scopus / Internasional Bereputasi

SAMARINDA – Dalam upaya mendongkrak kualitas dan kuantitas publikasi ilmiah bertaraf internasional, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Mulawarman (Unmul) sukses menyelenggarakan "Lokakarya Strategi Menulis Artikel Ilmiah untuk Menembus Jurnal Terakreditasi Scopus / Internasional Bereputasi". Acara yang mengusung semangat "From Local Research to Global Impact" ini berlangsung antusias di Hotel Fugo Samarinda, pada Kamis, 27 Agustus 2026, mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WITA.

Lokakarya intensif ini menghadirkan pakar publikasi internasional yang juga merupakan editor dan reviewer di berbagai jurnal bergengsi Scopus Q1, Prof. Eri Kurniawan, M.A., Ph.D. Dalam pemaparannya, Prof. Eri mengajak para peserta untuk mendobrak batasan dan mengubah paradigma penulisan artikel ilmiah agar memiliki daya pikat di kancah global.

Lokakarya Penulisan Artikel Ilmiah FIB Unmul bersama Prof. Eri Kurniawan
"Dalam merancang tulisan, hal pertama yang harus dibangun adalah mindset: So what? Who cares? (Lalu kenapa? Siapa yang peduli?). Dunia akademik internasional tidak hanya peduli pada seberapa banyak data yang kita miliki, tetapi mereka mencari isu yang menarik, di mana konteks penelitian tersebut dapat masuk dan berkontribusi dalam skala yang lebih luas," tegas Prof. Eri di hadapan para dosen dan peneliti FIB Unmul.

Hindari Jebakan "Location Gap"

Salah satu masalah utama yang kerap membuat artikel tertolak (desk-reject) adalah kecenderungan peneliti lokal yang masih terjebak pada location gap (celah lokasi). Prof. Eri mewanti-wanti agar peneliti menghindari klaim kebaruan (novelty) yang sekadar memindahkan lokasi penelitian.

Sebagai gantinya, artikel yang berpotensi menembus kuartil satu (Q1) harus menawarkan kebaruan pada empat tipe utama:

  • Teoritikal: Pengembangan atau tantangan terhadap teori yang ada.
  • Kontekstual: Penerapan pada situasi atau ruang lingkup yang membawa sudut pandang baru.
  • Metodologikal: Penggunaan atau penyempurnaan teknik dan instrumen penelitian.
  • Empirikal: Temuan data baru yang memberikan kontribusi signifikan.
Pemaparan Materi Lokakarya oleh Prof. Eri Kurniawan

Peneliti disarankan untuk tidak sekadar mengonfirmasi penelitian terdahulu, melainkan membawa konteks yang ada di luar untuk mengembangkan atau menantang teori tersebut di ranah lokal. "Konteks kelokalan kita adalah kekuatan super, bukan batasan. Namun ingat, keilmiahan sebuah karya pada akhirnya sangat bertumpu dan terletak pada metodologi yang digunakan," jelas Guru Besar asal Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) tersebut.

Strategi Praktis Menembus Screening Editor

Selain kerangka berpikir, lokakarya ini juga membekali peserta dengan amunisi teknis. Prof. Eri menyoroti pentingnya mempertahankan keselarasan fokus riset dan publikasi di dalam satu bidang yang spesifik guna membangun rekam jejak (track record) yang kuat. Penulis juga diwajibkan untuk jeli dalam mencari referensi yang setara dan mutakhir.

Lebih lanjut, ia membedah penentu utama nasib sebuah manuskrip di meja editor: Judul dan Abstrak. Keduanya adalah penentu lolos tidaknya sebuah karya dari proses screening awal.

"Abstrak adalah miniatur artikel. Jika miniaturnya tidak menarik, editor tidak akan membaca isinya," ujarnya membagikan formula jitu merangkai abstrak.
Suasana Sesi Tanya Jawab Dosen FIB Unmul dan Pemateri

Di penghujung sesi, peserta diajak mempraktikkan cara mencari "jodoh" jurnal yang tepat. Alih-alih meraba-raba di mana artikel bisa diterbitkan, peneliti diajarkan untuk proaktif menemukan jurnal yang memang membutuhkan artikel mereka dengan memanfaatkan fitur analitik seperti Elsevier Journal Finder.

Melalui lokakarya satu hari yang padat dan komprehensif ini, diharapkan para civitas akademika FIB Unmul semakin tajam dalam melihat celah riset, mampu mengubah narasi penelitian lokal menjadi argumen bertaraf internasional, serta meningkatkan capaian publikasi di jurnal-jurnal bereputasi dunia.