Uji Publik Kurikulum Program Studi Magister Linguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman
SAMARINDA – Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Mulawarman (Unmul) terus memperkuat langkah strategisnya dalam pengembangan akademik dan perluasan rumpun keilmuan humaniora. Pada Rabu, 8 Oktober 2026, bertempat di Mercure Hotel Samarinda, FIB Unmul sukses menyelenggarakan kegiatan Uji Publik Kurikulum Program Studi Magister Linguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman.
Mengusung tema "Fostering Humanity Through Linguistic Awareness", acara strategis ini dihadiri oleh unsur pimpinan fakultas, tim penyusun kurikulum, pakar kebahasaan, dosen, serta para pemangku kepentingan (stakeholder) guna mematangkan rancangan kurikulum program magister baru yang adaptif, berwawasan global, dan sarat akan kearifan lokal.
Mengapa Magister Linguistik Perlu Hadir di Kalimantan Timur?
Dalam pemaparannya, urgensi pendirian Program Studi Magister Linguistik dilatarbelakangi oleh kondisi Kalimantan Timur yang saat ini tengah mengalami transformasi besar. Perubahan sosial, ekologis, ekonomi, teknologi, serta demografi membawa pengaruh yang signifikan terhadap dinamika kebahasaan.
Perubahan tersebut menuntut kehadiran tenaga ahli yang mampu memahami bahasa secara ilmiah dan interdisipliner. Magister Linguistik Unmul hadir dengan fondasi linguistik yang kuat, serta memiliki kekhasan pada lokalitas, masyarakat, budaya, lingkungan, hingga kebutuhan kebahasaan kontemporer.
Visi dan Misi Magister Linguistik FIB Unmul
Kurikulum yang diuji-publikkan ini dirancang selaras dengan visi utama Program Studi:
"Menjadi Program Studi Magister Linguistik yang unggul dalam pengembangan kajian bahasa melalui riset interdisipliner, berwawasan global, dan berakar pada kekayaan budaya masyarakat lingkungan tropis."Untuk mewujudkan visi tersebut, misi yang diemban mencakup:
- Menyelenggarakan pendidikan magister linguistik yang unggul dan berorientasi pada pengembangan kajian bahasa berbasis lingkungan tropis melalui pendekatan interdisipliner.
- Mengembangkan penelitian linguistik yang inovatif dan berkelanjutan, terutama dalam kajian hubungan bahasa di lingkungan tropis, dengan memanfaatkan kekayaan bahasa dan budaya lokal sebagai sumber pengembangan ilmu pengetahuan.
- Melaksanakan pengabdian kepada masyarakat berbasis hasil kajian linguistik untuk mendukung pelestarian, revitalisasi, pengembangan, dan pemanfaatan bahasa serta budaya dalam kehidupan masyarakat.
- Mengembangkan jejaring dan kolaborasi akademik pada tingkat nasional dan internasional dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat guna memperkuat pengembangan keilmuan linguistik berwawasan global.
Profil Lulusan yang Kompeten dan Berdaya Saing
Kurikulum Magister Linguistik FIB Unmul dirancang komprehensif untuk mencetak lulusan profesional di berbagai bidang strategis, yang meliputi:
- Peneliti Linguistik
- Akademisi dan Pengajar bidang linguistik dan kebahasaan
- Analis dan Tenaga Ahli Kebahasaan
- Pengembang Program Pelestarian, revitalisasi, dan pemberdayaan bahasa
- Praktisi Linguistik, Media, dan Industri Kreatif
Struktur Kurikulum dan Sebaran Mata Kuliah
Program studi ini dirancang efisien dan terstruktur dalam tiga semester, mencakup rangkaian mata kuliah wajib dan pilihan berkualitas tinggi:
- Semester 1 (17 SKS): Filsafat Bahasa, Fonologi, Morfologi, dan Sintaksis, Semantik dan Pragmatik, Analisis Wacana dan Media, Metode Penelitian Linguistik, Semiotika, serta Sosiolinguistik.
- Semester 2 (14 SKS): Ekolinguistik, Linguistik Korpus, Revitalisasi dan Kebijakan Bahasa, Bahasa dan Budaya, Kolokium/Seminar, serta Mata Kuliah Pilihan (Kajian Penerjemahan dan Bahasa dan Pembelajaran Bahasa).
- Semester 3 (12 SKS): Tesis serta Mata Kuliah Pilihan lanjutan (Linguistik Forensik, Korespondensi Bahasa, Psikolinguistik).
Melalui masukan konstruktif dari para peserta uji publik di Hotel Mercure Samarinda ini, kurikulum Magister Linguistik FIB Unmul diharapkan semakin matang, berdaya saing tinggi, serta mampu melahirkan cendekiawan bahasa yang berkontribusi nyata bagi pembangunan peradaban bangsa.